Menurutnya, reformasi pola promosi jabatan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun birokrasi yang profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Baca Juga: Muscab Hiswana Migas Bogor Memanas, Dedie Titip Pesan Keras: Jangan Mainkan Pasokan LPG
“Melalui proses fit and proper test yang melibatkan unsur akademisi, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten Bogor, dipilih kandidat terbaik dari ratusan peserta yang telah mengikuti seleksi administrasi dan digital,” ujar Jaro Ade.
Ia menambahkan, pejabat yang nantinya dinyatakan lolos tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, dedikasi, serta mampu membangun kolaborasi antarlembaga dalam menjalankan program pembangunan daerah.
Pemkab Bogor berharap mekanisme seleksi terbuka ini dapat melahirkan sumber daya aparatur yang lebih berkualitas dan menjadi fondasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.





