Meski demikian, pemerintah tetap berupaya merawat kawasan tersebut tanpa membebani anggaran tambahan.
Baca Juga: 156 Anak Muda Pilih Naik Ring, Gladiator Bogor Arena Jadi Senjata Lawan Tawuran
Rudy mengatakan, perawatan dilakukan dengan semangat gotong royong agar kualitas ruang publik tetap terjaga sekaligus bisa segera kembali digunakan secara maksimal.
Baginya, keberadaan Alun-Alun Kabupaten Bogor bukan sekadar ruang hijau, melainkan tempat berkumpul dan berekreasi bagi warga.
Karena itu, ia menilai kebahagiaan masyarakat tetap menjadi prioritas selama fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Meski masih dalam tahap pemeliharaan sejak ditutup pada 20 Juli 2026, pemerintah menargetkan proses perbaikan selesai secepat mungkin.
Masyarakat pun diimbau ikut menjaga area rumput dengan tidak menginjak bagian yang sedang dipulihkan agar alun-alun dapat kembali dalam kondisi terbaik.





