Penelitian pada hewan menunjukkan magnesium L-treonat dapat meningkatkan kadar magnesium di jaringan otak. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai kaitannya dengan fungsi kognitif.
Potensinya juga sedang diteliti dalam berbagai masalah neurologis, termasuk gangguan daya ingat dan penyakit Alzheimer.
Meski demikian, bukti yang diperoleh pada manusia masih berkembang sehingga manfaat tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan pasti.
Tidak semua klaim manfaat sudah didukung bukti kuat
Banyaknya pilihan magnesium dapat membuat konsumen tergoda memilih jenis tertentu berdasarkan klaim manfaat yang terdengar paling menarik. Padahal, tingkat bukti ilmiah untuk setiap penggunaan tidak sama.
Magnesium laktat, misalnya, telah diteliti dalam kaitannya dengan stres dan kecemasan, tetapi bukti yang tersedia belum cukup untuk menjadikannya terapi utama.
Demikian pula magnesium malat, taurat, L-treonat, dan orotat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat spesifik yang sering dikaitkan dengannya.
Karena itu, penggunaan suplemen magnesium untuk menangani kondisi tertentu tidak sebaiknya menggantikan pengobatan medis.
Makanan tetap menjadi sumber utama
Di tengah banyaknya pilihan suplemen, kebutuhan magnesium tetap idealnya dipenuhi melalui makanan bergizi dan seimbang.





