Area rumah juga bisa dimanfaatkan untuk menanam sejumlah tanaman aromatik.
Kemangi, mint, serai, dan rosemary, misalnya, dapat ditanam dalam pot dan ditempatkan di balkon, halaman, atau dekat jendela.
Selain menambah penghijauan, tanaman-tanaman tersebut memiliki aroma khas yang dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi gangguan serangga.
Namun, menaruh tanaman bukan berarti nyamuk dan lalat akan otomatis hilang dari rumah.
Hal yang lebih penting tetap memberantas sumbernya, terutama genangan air dan kondisi lingkungan yang kotor.
Pertimbangkan Perangkap dan Metode Non-Aerosol
Bagi yang ingin mengurangi penggunaan semprotan, ada pula pilihan pengendalian serangga tanpa aerosol.
Perangkap serangga maupun perangkat pengendali nyamuk yang menggunakan sumber energi seperti tenaga surya dapat dipertimbangkan untuk area luar ruangan. Pilihannya tentu perlu disesuaikan dengan jenis perangkat dan cara kerjanya.
Bahan alami seperti minyak nimba juga kerap digunakan dalam berbagai metode pengendalian serangga. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan, terutama jika akan dioleskan langsung ke kulit.
Produk berbahan alami bukan berarti bebas dari risiko. Pada sebagian orang, bahan tersebut tetap dapat memicu iritasi atau reaksi alergi.
Pada akhirnya, mengurangi nyamuk dan lalat di rumah tidak selalu harus dimulai dengan menyemprotkan pembasmi serangga.





