Sejumlah warganet menduga hal itu dilakukan agar masyarakat tidak bisa menyampaikan keluhan atau mempertanyakan kejelasan acara.
“Dia tutup komen biar kita ga bisa komen kalau konsernya palsu,” tulis akun @fahendrafdll.
Meski begitu, dugaan penipuan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas akun maupun penjualan tiket Temurasa Fest.
Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan Rp44 Miliar untuk 12 Proyek Infrastruktur yang Molor
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, memastikan pihaknya belum menerima pengajuan rekomendasi untuk penyelenggaraan Temurasa Fest.
“Sampai hari ini tidak ada yang mengajukan izin rekomendasi pelaksanaan event tersebut,” ujar Ria kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Pemkab Bogor juga berencana menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi semakin banyak warga yang tertarik membeli tiket.
Ria mengatakan, pihaknya akan membuat flyer berisi bantahan terkait kegiatan tersebut. Informasi lebih lanjut nantinya akan disampaikan kepada masyarakat.
“Kami akan buat flyer dari informasi lebih lanjutnya nanti untuk masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Polres Bogor juga akan menelusuri dugaan penipuan yang ramai diperbincangkan masyarakat.






