Jangan buru-buru mengeluarkan nasihat
Ada satu kebiasaan yang mudah dilakukan orang tua: setiap kali anak bercerita, respons pertama yang muncul adalah solusi.
Baca Juga: Ditengah Keterbatasan Lahan Pemkot Bogor Konsisten Upayakan Kemandirian Pangan
Anak mengeluhkan pekerjaan, orang tua langsung memberi saran. Ia bercerita soal teman, orang tua segera menilai siapa yang benar dan salah. Ketika anak menghadapi persoalan pribadi, orang tua merasa harus segera menunjukkan jalan keluar.
Padahal, tidak setiap cerita merupakan pertanyaan.
Kadang-kadang anak hanya ingin didengar.
Karena itu, sebelum memberikan pendapat, orang tua bisa memastikan terlebih dahulu apa yang sebenarnya dibutuhkan anak. Apakah ia ingin sekadar bercerita atau memang sedang mencari masukan?
Perubahan kecil ini dapat membuat percakapan terasa berbeda. Anak tidak lagi merasa setiap kali membuka cerita, ia harus bersiap menerima ceramah.
Jika memang diminta, berikan pendapat sebagai pertimbangan. Jangan mengambil alih keputusan yang sebenarnya harus dibuat sendiri oleh anak.
Anak boleh memilih jalan yang tidak Anda bayangkan
Salah satu bagian tersulit dalam melihat anak dewasa adalah menerima kenyataan bahwa ia mungkin memilih kehidupan yang berbeda dari harapan orang tua.
Pekerjaannya mungkin bukan yang diinginkan keluarga. Cara mengatur uang bisa berbeda.





