Gaya hidup tidak sama. Bahkan pilihan pasangan atau cara memandang kehidupan mungkin bertolak belakang dengan apa yang selama ini diyakini orang tua.
Perbedaan semacam itu tidak otomatis menunjukkan kurangnya rasa hormat.
Anak sedang membangun identitas dan belajar bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
Orang tua tentu tetap boleh menyampaikan keberatan. Namun ada perbedaan antara mengatakan “Saya tidak setuju” dan membuat anak merasa “Kamu selalu salah.”
Ketika anak merasa setiap pilihannya akan mendapat penghakiman, ia bisa memilih untuk tidak lagi bercerita.
Sebaliknya, menunjukkan keinginan untuk memahami alasan di balik sebuah keputusan dapat menjaga pintu komunikasi tetap terbuka.
Buat anak tahu bahwa ia tidak harus sempurna di depan Anda
Hubungan yang dekat bukan berarti orang tua selalu menyetujui tindakan anak.
Ada sesuatu yang jauh lebih penting: anak merasa aman untuk menunjukkan dirinya apa adanya.
Ia bisa datang ketika gagal mendapatkan pekerjaan. Bisa bercerita ketika sedang bingung.
Bisa mengakui bahwa hidupnya sedang berantakan tanpa takut langsung dipermalukan.
Respons pertama orang tua dalam situasi seperti itu sangat berarti.
Kritik mungkin bisa diberikan kemudian. Namun ketika seseorang sedang berada dalam kondisi sulit, mengetahui bahwa ada orang yang bersedia mendengarkan dapat membuat beban terasa berbeda.





