Info Gaya Hidup

Anak Makin Dewasa dan Mulai Menjauh? 7 Cara agar Ia Tetap Nyaman Pulang kepada Orang Tua

×

Anak Makin Dewasa dan Mulai Menjauh? 7 Cara agar Ia Tetap Nyaman Pulang kepada Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Freepik)

Anak yang merasa aman tidak harus menyembunyikan setiap kegagalannya dari keluarga.

Dan dari situlah kedekatan emosional bisa tumbuh.

Berhenti menjadikan setiap pertemuan sebagai rapor kehidupan

Ada anak dewasa yang justru merasa gugup setiap kali bertemu orang tua.

Bukan karena tidak sayang, tetapi karena ia sudah bisa menebak pertanyaan berikutnya.

Pekerjaan bagaimana? Penghasilan berapa? Kapan menikah? Kapan punya rumah? Mengapa belum seperti teman atau saudara yang lain?

Jika hampir setiap percakapan berubah menjadi penilaian tentang pencapaian, hubungan keluarga lama-lama terasa seperti sesi evaluasi.

Padahal, orang tua tidak harus selalu mengetahui seberapa jauh anak mencapai target hidup.

Cobalah berbicara tentang hal yang lebih sederhana. Apa yang sedang ia nikmati, apa yang membuatnya tertarik, bagaimana hari-harinya berjalan, atau sekadar apa yang sedang ia pikirkan.

Obrolan ringan yang tidak memiliki tujuan tertentu justru bisa membuat anak kembali merasa nyaman berada di dekat orang tua.

Cari alasan sederhana untuk bertemu

Ketika anak masih kecil, kebersamaan tidak perlu direncanakan. Orang tua dan anak otomatis bertemu setiap hari.

Situasinya berubah ketika anak dewasa.

Ada pekerjaan, teman, pasangan, dan kesibukan lain yang membuat waktu bersama semakin terbatas.

Karena itu, jangan menunggu anak selalu menjadi pihak yang mengajak bertemu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *