Ini mungkin bagian yang paling sulit bagi sebagian orang tua.
Anak semakin mandiri berarti semakin sedikit hal yang perlu ia minta kepada orang tua.
Ia tidak lagi selalu menelepon. Tidak selalu meminta pendapat. Tidak selalu pulang sesering dulu.
Jangan buru-buru menerjemahkan perubahan itu sebagai hilangnya kasih sayang.
Kemandirian justru merupakan bagian dari proses tumbuh.
Yang perlu dibangun bukan ketergantungan, tetapi keyakinan bahwa anak tetap memiliki tempat untuk kembali.
Daripada membuatnya merasa bersalah karena jarang menghubungi, orang tua dapat menunjukkan bahwa mereka memahami kesibukannya sekaligus tetap membuka pintu komunikasi.
Pesannya sederhana: jalani hidupmu, tetapi jangan ragu datang ketika membutuhkan kami.
Kalimat seperti itu memberikan sesuatu yang sering kali dibutuhkan anak dewasa: kebebasan tanpa kehilangan rasa aman.
Kedekatan Tidak Harus Berarti Anak Selalu Ada di Samping Orang Tua
Pada akhirnya, ukuran hubungan yang dekat bukanlah seberapa sering anak menelepon atau berapa kali ia pulang.
Anak yang dewasa memang akan memiliki kehidupan sendiri.
Ia akan membuat keputusan sendiri, membangun hubungan sendiri, dan menghadapi masalah yang mungkin tidak selalu ia ceritakan kepada keluarga.
Itu bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Yang lebih penting adalah apa yang dirasakan anak ketika berinteraksi dengan orang tuanya.





