INFOLADISHA – Tidur cukup bukan cuma soal menghilangkan kantuk.
Di balik mata terpejam, otak sedang bekerja membersihkan “sampah” berbahaya yang bisa memicu penyakit serius seperti Alzheimer’s disease.
Dokter Hoang Tien Trong Nghia, Kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Militer 175 Vietnam, menegaskan tidur adalah proses biologis penting, bukan sekadar waktu istirahat.
Kebutuhan tidur pun berbeda di tiap usia, mengacu pada rekomendasi National Sleep Foundation dan American Academy of Sleep Medicine.
Orang dewasa usia 18 hingga 64 tahun disarankan tidur 7 sampai 9 jam per malam.
Baca Juga: Belum Daftar PSE, Wikipedia Terancam Diblokir Komdigi
Lansia membutuhkan sekitar 7 hingga 8 jam.
Sementara bayi bisa tidur hingga 14 sampai 17 jam, dan remaja sekitar 8 sampai 10 jam karena otak masih berkembang.
Saat tidur nyenyak, otak menjalankan proses yang tak bisa dilakukan saat terjaga.
Salah satunya adalah membersihkan limbah metabolisme melalui Glymphatic system.
Dalam kondisi ini, ruang antarsel otak melebar sehingga cairan serebrospinal dapat mengalir dan membuang protein beracun seperti beta-amiloid dan tau.
Penumpukan kedua zat ini diketahui berkaitan erat dengan Alzheimer.
Baca Juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh? Ini Minuman Alami yang Bisa Jadi Andalan di Rumah
Fungsi tidur tak berhenti di situ.





