Info Kesehatan

Bukan Sekadar Hilangkan Kantuk, Ini Jam Tidur Ideal untuk Lindungi Otak

×

Bukan Sekadar Hilangkan Kantuk, Ini Jam Tidur Ideal untuk Lindungi Otak

Sebarkan artikel ini
Foto: Pinterest

Proses belajar dan pembentukan memori juga diperkuat saat tidur, terutama pada fase REM dan gelombang lambat.

Informasi yang didapat sepanjang hari dipindahkan ke penyimpanan jangka panjang di korteks serebral.

Di saat yang sama, otak juga “merapikan” koneksi saraf.

Hubungan yang tidak diperlukan akan dipangkas agar sistem tetap efisien dan tidak boros energi.

Tidur juga berperan dalam menjaga kestabilan emosi.

Interaksi antara amigdala dan korteks prefrontal diatur ulang, sehingga seseorang bisa berpikir lebih jernih dan mengelola emosi lebih baik keesokan hari.

Namun durasi saja tidak cukup. Kualitas tidur jadi faktor penentu.

Idealnya, seseorang mengalami 4 sampai 5 siklus tidur setiap malam, masing-masing berlangsung sekitar 90 hingga 110 menit.

Tidur delapan jam tapi sering terbangun, misalnya akibat Sleep apnea, justru bisa lebih buruk dibanding tidur enam jam tanpa gangguan.

Karena itu, menjaga tidur tetap utuh selama 7 hingga 8 jam setiap malam menjadi kunci.

Bukan cuma untuk segar di pagi hari, tapi juga untuk menjaga otak tetap bekerja optimal dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *