Info Kesehatan

Jangan Anggap Semua Lupa pada Lansia sebagai Pikun, Ini Bedanya dengan Alzheimer

×

Jangan Anggap Semua Lupa pada Lansia sebagai Pikun, Ini Bedanya dengan Alzheimer

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Pexels)

Saat tidur, otak juga melakukan proses pembersihan zat sisa metabolisme.

Karena itu, menjaga jadwal tidur tetap teratur dan menghindari gangguan tidur dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk mempertahankan fungsi kognitif.

Pemeriksaan dapat membantu memastikan kondisi

Ketika perubahan kemampuan kognitif mulai terlihat, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan proses penuaan normal atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan.

Di Mount Elizabeth Hospitals, evaluasi Alzheimer dapat dilakukan melalui sejumlah pemeriksaan. Proses tersebut dapat mencakup penilaian neuropsikologis untuk mengevaluasi fungsi kognitif pasien.

Pemeriksaan diagnostik juga dapat dilakukan menggunakan pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET).

Dalam kondisi tertentu, analisis cairan serebrospinal juga dapat digunakan untuk melihat biomarker yang berkaitan dengan Alzheimer, termasuk protein beta-amiloid dan tau.

Hingga kini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer secara menyeluruh.

Meski demikian, berbagai perawatan tersedia untuk membantu mengelola gejala kognitif maupun perilaku.

Beberapa terapi yang lebih baru juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit pada pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *