BeritaBogor

Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan saat Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Organisasi Pers Bersuara

×

Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan saat Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Organisasi Pers Bersuara

Sebarkan artikel ini

“Dia minta video, video suruh dihapus, saya enggak mau,” katanya.

Dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut langsung mendapat perhatian organisasi pers.

Baca Juga: Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Jurnalis Metropolitan Mengaku Dipiting hingga Diminta Hapus Video

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat sama-sama mengecam tindakan yang diduga terjadi saat R menjalankan tugasnya.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ia menyayangkan dugaan tindakan represif terhadap videografer Metropolitan yang tengah meliput demonstrasi.

PWI Kota Bogor juga akan mencari informasi lebih lanjut untuk mengetahui duduk perkara kejadian tersebut.

“Kami mengecam dugaan tindakan represif kepada videografer Metropolitan yang tengah meliput aksi demonstrasi,” kata Herman, Kamis (29/10/2026).

Herman berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama ketika jurnalis sedang menjalankan tugas untuk merekam dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami juga akan mencari informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Kami berharap ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kecaman juga datang dari Ketua PFI Bogor, Andi Muhammad Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *