BeritaBogor

Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan saat Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Organisasi Pers Bersuara

×

Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan saat Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Organisasi Pers Bersuara

Sebarkan artikel ini

Ia menilai intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa dibenarkan, terlebih jika terjadi ketika mereka sedang menjalankan tugas peliputan.

Menurut Andi, jurnalis hadir untuk mendokumentasikan peristiwa dan menyampaikan fakta kepada publik.

Karena itu, mereka semestinya mendapat ruang untuk bekerja tanpa ancaman, apalagi tekanan untuk menghapus rekaman.

“Pers bukanlah musuh, melainkan mitra dalam menyampaikan fakta dan informasi kepada publik. Kebebasan pers wajib dihormati, bukan diintimidasi, apalagi sampai mengalami tindak kekerasan atau diminta menghapus rekaman,” kata Andi.

Ia meminta kepolisian mengusut kejadian tersebut secara terbuka, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta menyampaikan hasil penanganannya kepada masyarakat.

Andi juga mengingatkan bahwa persoalan dalam kegiatan peliputan seharusnya diselesaikan melalui prosedur hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan represif di lapangan.

“Melindungi jurnalis berarti melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,” tegasnya.

Desakan agar kasus ini diusut juga disampaikan Ketua AMSI Jawa Barat, Satrya Graha Laksana.

Ia meminta Kapolda Jawa Barat dan Kapolresta Bogor Kota segera mengambil langkah untuk mengungkap dugaan kekerasan tersebut secara transparan dan berkeadilan.

Satrya menyoroti dugaan intimidasi, tindakan kekerasan, hingga permintaan untuk menghapus rekaman liputan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *