Menurutnya, dampak pekerjaan mulai terlihat. Aliran air kini lebih lancar karena material yang selama ini menyumbat sungai berhasil diangkat.
Kondisi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko genangan yang kerap mengancam permukiman maupun lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai saat hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Pemkot Bogor Kasih Peringatan Keras, Kafe dan Karaoke Tak Bisa Lagi Asal Jual Miras
Normalisasi melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VIII Parung, UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah II Parung, unsur TNI-Polri, Pemerintah Desa Candali, perangkat RT/RW, hingga masyarakat.
Selain memperbaiki kondisi sungai, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut menjaga hasil normalisasi dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Edukasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya pengendalian banjir dalam jangka panjang.
Pemkab Bogor juga telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan turap atau tembok penahan tanah (TPT) permanen di sejumlah titik bantaran Kali Cibeuteung yang rawan longsor.
“Pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada normalisasi sungai, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar fungsi Kali Cibeuteung tetap terjaga,” tutup Dita.





