Kadar gula darah umumnya dapat mencapai titik tertinggi sekitar 90 menit setelah makan.
Baca Juga: 86 Lapak PKL di Cifor Bogor Ditertibkan, Kawasan Bakal Dipercantik
Sementara itu, target yang sering digunakan bagi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 adalah menjaga kadar gula tetap di bawah 180 mg/dL sekitar dua jam setelah makan.
Meski demikian, respons gula darah tidak selalu sama pada setiap orang.
Karena itu, pemeriksaan sebelum, ketika, dan sesudah berolahraga dapat membantu melihat bagaimana tubuh merespons aktivitas yang dilakukan.
Tak Harus Selalu Kardio, Otot Juga Punya Peran
Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan jogging kerap menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan gula darah.
Latihan aerobik tersebut juga memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan sirkulasi.
Namun, latihan tidak harus berhenti pada kardio.
Membangun kekuatan otot juga memiliki manfaat tersendiri. Latihan beban, resistance band, maupun gerakan menggunakan berat tubuh dapat membantu meningkatkan massa otot.
Semakin baik massa otot terjaga, semakin besar pula kapasitas tubuh dalam menggunakan glukosa.
Latihan kekuatan dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Aktivitas Ringan untuk Mengelola Stres
Pengendalian gula darah tidak hanya berkaitan dengan makanan dan olahraga berat. Kondisi psikologis juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh.




