Pada 2025, misalnya, bantuan sosial RTLH melalui BST dan BSTT telah diberikan kepada 2.122 rumah.
Sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh, sedangkan 1.856 lainnya berada di luar kawasan kumuh.
Tahun ini, program perbaikan RTLH kembali berjalan dengan sasaran 1.138 rumah.
Rinciannya, 216 unit berada di kawasan kumuh dan 922 unit berada di luar kawasan kumuh.
Pemkot Bogor juga memiliki program bedah rumah untuk enam unit.
Dedie mengatakan Pemkot Bogor tidak hanya mengandalkan APBD untuk mengejar target perbaikan hunian.
Pemerintah daerah juga aktif mencari dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Langkah tersebut salah satunya menghasilkan bantuan 204 unit RTLH dari CSR Buddha Tzu Chi pada 2026.
Tak hanya soal kelayakan tempat tinggal, perbaikan rumah juga mulai dikaitkan dengan persoalan kesehatan.
Pemkot Bogor mendapat kesempatan dari Kementerian Kesehatan untuk memperbaiki 2.000 rumah yang dihuni keluarga penyintas TBC.
Setiap rumah mendapat alokasi perbaikan sebesar Rp30 juta.
Program tersebut ditargetkan direalisasikan pada tahun ini, dengan syarat rumah yang menjadi sasaran dihuni keluarga penyintas TBC.






Respon (2)