Sinergi tersebut dianggap berkontribusi menjaga kelancaran pasokan energi di wilayah Bogor selama beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas Heddy S. Hedian menilai tantangan sektor energi ke depan tidak akan semakin mudah.
Baca Juga: Jangan Buru-buru Dibuang! Ternyata Sayuran Layu Masih Bisa Segar Lagi dengan Trik Sederhana Ini
Situasi geopolitik dunia disebut berpotensi memengaruhi ketahanan pasokan, sehingga organisasi harus semakin solid.
Menurut Heddy, Muscab seharusnya menjadi ruang musyawarah untuk mencari pemimpin terbaik, bukan ajang yang memecah hubungan antaranggota.
“Kalau organisasinya solid, tantangan apa pun akan lebih mudah dihadapi. Semua anggota punya tujuan yang sama, yakni memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, petahana Cecep Fajar menyatakan kesiapannya kembali bertarung dalam pemilihan ketua.
Selama memimpin empat tahun terakhir, ia mengaku tidak menemui hambatan berarti dalam membangun komunikasi antaranggota.
Apabila kembali mendapat mandat, Cecep berencana memperkuat koordinasi hingga tingkat wilayah sekaligus memperbanyak kegiatan yang mendorong kebersamaan di antara anggota, tanpa membedakan bidang usaha yang dijalankan.
Ia berharap Muscab VII dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi maupun masyarakat yang bergantung pada layanan distribusi energi di Bogor.





