Baca Juga: Tak Hanya untuk Masakan, Cuka Apel Disebut Punya Manfaat untuk Kesehatan Rambut
Jika tidak ada ancaman langsung, biarkan korban tetap di tempatnya sambil memeriksa kondisinya. Jangan terburu-buru mengangkat atau memindahkan tubuhnya, terutama jika ada kemungkinan cedera akibat terjatuh.
Mintalah bantuan orang di sekitar agar proses pertolongan bisa dilakukan dengan lebih tenang.
2. Coba bangunkan dan periksa responsnya
Setelah situasi dipastikan aman, coba panggil korban dengan suara cukup keras. Tepuk bahunya secara perlahan dan lihat apakah ada respons.
Perhatikan apakah korban membuka mata, bergerak, atau menunjukkan tanda-tanda sadar. Jika tidak ada respons, jangan membuang waktu dengan terus mengguncang tubuhnya.
Langkah berikutnya adalah memeriksa apakah korban masih bernapas.
3. Pastikan korban masih bernapas
Pemeriksaan pernapasan menjadi salah satu bagian paling penting dalam pertolongan pertama. Perhatikan gerakan dada dan dengarkan suara napas selama maksimal 10 detik.
Jika korban tidak bernapas normal atau hanya sesekali terengah-engah, segera hubungi layanan darurat. Lakukan CPR atau RJP jika memiliki kemampuan, dan gunakan AED jika tersedia.
Namun, jika korban masih bernapas normal, pertolongan bisa dilanjutkan dengan memperhatikan posisi tubuhnya.
4. Baringkan tubuh dan angkat kedua kakinya






