Jika tidak ditemukan tanda cedera serius, baringkan korban dalam posisi telentang. Setelah itu, angkat kedua kakinya sekitar 30 sentimeter.
Posisi ini membantu meningkatkan aliran darah menuju otak sehingga korban bisa lebih cepat pulih.
Meski begitu, jangan memaksakan posisi tersebut jika korban merasa kesakitan atau diduga mengalami cedera pada kaki, pinggul, maupun tulang belakang.
5. Longgarkan pakaian agar lebih nyaman
Hal sederhana seperti pakaian yang terlalu ketat juga perlu diperhatikan. Longgarkan bagian kerah, ikat pinggang, atau pakaian lain yang terasa menekan tubuh korban.
Pastikan pula korban berada di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Jika banyak orang mengerumuni korban, mintalah mereka memberi ruang agar proses pertolongan tidak terganggu.
6. Sudah sadar bukan berarti boleh langsung berdiri
Ketika korban mulai membuka mata dan merespons, jangan buru-buru menyuruhnya bangun. Tubuh masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi.
Biarkan korban tetap berbaring selama sekitar 10–15 menit atau sampai merasa lebih baik. Setelah itu, bantu ia duduk secara perlahan.
Perhatikan apakah masih ada keluhan seperti pusing, mual, atau lemas. Jika korban kembali merasa tidak nyaman, jangan memaksanya berdiri.
Satu hal yang tidak kalah penting, jangan memberikan air minum, makanan, atau obat sebelum korban benar-benar sadar. Selain belum tentu bisa menelan dengan baik, tindakan tersebut juga berisiko membuatnya tersedak.






