Meski pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai, tahapan persiapan operasional, termasuk seleksi calon peserta didik, disebut sudah mulai berjalan.
Baca Juga: Babak Baru Kasus RSUD Bogor Utara, Dua Nama Penting Akhirnya Dipanggil Kejari
Jaro Ade menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat.
Ia menyebut program tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain memberikan akses pendidikan, program ini juga dirancang memberi perhatian kepada keluarga penerima manfaat.
Pemerintah bahkan membuka peluang memberikan dukungan terhadap kebutuhan tempat tinggal bagi keluarga yang membutuhkan.
Pemkab Bogor juga menyiapkan dukungan infrastruktur menuju kawasan sekolah.
Salah satunya melalui rencana peningkatan akses jalan agar mobilitas menuju lokasi menjadi lebih mudah saat sekolah mulai beroperasi.
“Kami berharap pembangunan segera tuntas sehingga dapat diresmikan oleh Presiden. Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru di Bogor Barat,” kata Jaro Ade.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Fepi Rubianti, mengungkapkan angkatan pertama Sekolah Rakyat akan menerima 270 peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.





