Info Gaya HidupInfo Kesehatan

Terlalu Lama Duduk dan Jarang Bergerak Bisa Berdampak ke Otak, Ini yang Terjadi

×

Terlalu Lama Duduk dan Jarang Bergerak Bisa Berdampak ke Otak, Ini yang Terjadi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Freepik)

Suasana Hati Ikut Terpengaruh

Dampak kurang bergerak juga dapat dirasakan pada aspek psikologis.

Aktivitas fisik yang rendah dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.

Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan aktivitas fisik dan berkurangnya gejala depresi serta kecemasan.

Namun, olahraga bukan pengganti terapi atau penanganan profesional bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Aktivitas fisik lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Tak Harus Olahraga Berat

Menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu membutuhkan latihan berat atau waktu khusus di pusat kebugaran.

Berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah, melakukan peregangan, hingga sekadar berdiri dan bergerak secara berkala ketika bekerja dapat membantu mengurangi durasi duduk.

Intinya bukan semata-mata seberapa berat olahraga yang dilakukan, melainkan seberapa konsisten tubuh mendapatkan kesempatan untuk bergerak.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah untuk mengurangi gaya hidup sedentari sekaligus menjaga kebugaran, suasana hati dan fungsi otak dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *