INFOLADISHA – Sekitar tujuh juta orang terdeteksi mengalami hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan.
Namun, baru sekitar 755 ribu orang atau 11 persen dari jumlah tersebut yang mendapatkan pengobatan, menurut laporan CNA pada Oktober 2026.
Angka ini menunjukkan bahwa penanganan tekanan darah tinggi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Padahal, hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, kebiasaan makan sehari-hari juga perlu mendapat perhatian.
Salah satu hal yang kerap luput disadari adalah asupan natrium dari berbagai makanan, mulai dari mi instan hingga saus dan camilan kemasan.
Natrium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi saraf.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, natrium dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Batas Konsumsi Garam Tak Lebih dari Satu Sendok Teh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari. Jumlah tersebut setara dengan kurang dari lima gram garam atau sekitar satu sendok teh.
Batas ini perlu diperhatikan karena natrium tidak hanya berasal dari garam dapur. Berbagai bahan tambahan dan produk pangan olahan juga dapat menyumbang asupan natrium dalam jumlah cukup besar.






