Ketegangan juga terjadi ketika massa hendak membakar ban bekas di lokasi demonstrasi.
Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan tak terhindarkan saat petugas berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api.
Baca Juga: Pengawasan Malam di Bogor Masih Terbatas, Pemkot Siapkan 25 Personel Satpol PP pada 2027
Tindakan aparat tersebut memicu reaksi dari demonstran. Dari atas mobil komando, orator menyampaikan protes atas langkah petugas yang memadamkan api.
Meski sempat diwarnai ketegangan, aksi tersebut tetap menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Ketua Cabang PMII Kota Bogor, Toni Alfazri, mengatakan lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi itu mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, pembangunan, serta demokrasi dan penegakan hukum.
Dalam tuntutan pertama, PMII mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Mahasiswa menilai status tersebut diperlukan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara maksimal.
Toni menilai karhutla bukan semata-mata bencana alam, melainkan juga persoalan ekologis yang berkaitan dengan aktivitas manusia dan kepentingan korporasi.
“Tujuannya agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal,” kata Toni.






Respon (1)