Mandi air hangat tetap memiliki tempat dalam rutinitas sehari-hari, terutama sebagai aktivitas untuk bersantai setelah menjalani hari yang melelahkan.
Paparan panas juga menjadi salah satu alasan aktivitas seperti mandi atau berendam air hangat terus menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
Sejumlah penelitian lain yang dibahas dalam artikel YourTango juga mengaitkan mandi air panas dengan perubahan pada tekanan darah dan fungsi pembuluh darah.
Salah satu mekanisme yang mungkin berperan adalah peningkatan nitric oxide yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar.
Namun, temuan tersebut tidak boleh diartikan sebagai bukti bahwa mandi air panas dapat menggantikan pengobatan atau menjadi terapi untuk tekanan darah tinggi.
Jadi, apakah mandi air panas setara jalan kaki?
Tidak, jika yang dimaksud adalah manfaat kesehatan secara keseluruhan.
Dalam kondisi penelitian tertentu, berendam dalam air panas selama satu jam memang menghasilkan pembakaran sekitar 140 kalori, jumlah yang kurang lebih dapat dibandingkan dengan kalori yang dibakar melalui jalan kaki selama 30 menit.
Tetapi kalori hanyalah salah satu aspek.
Berjalan kaki memberikan stimulus aktif pada otot dan sistem kardiovaskular, sedangkan mandi air panas membuat tubuh merespons paparan suhu tinggi. Keduanya bekerja dengan mekanisme yang berbeda.





