Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin naik tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 39 persen lebih rendah.
Sementara itu, risiko kematian akibat semua penyebab lebih rendah 24 persen.
Peneliti juga menemukan indikasi bahwa aktivitas naik tangga berkaitan dengan risiko serangan jantung, strok, dan gagal jantung yang lebih rendah.
Empat dari lima penelitian yang membahas kejadian penyakit kardiovaskular menunjukkan kecenderungan tersebut.
Namun, cara setiap penelitian mengukur aktivitas naik tangga berbeda-beda. Ada yang menilai kemampuan peserta menaiki beberapa lantai tanpa berhenti, ada pula yang menghitung jumlah lantai yang dinaiki dalam periode tertentu.
Karena perbedaan metode itu, hasil penelitian terkait kejadian penyakit kardiovaskular tidak bisa digabungkan menjadi satu angka yang mewakili seluruh studi.
Tak Harus Naik Tangga Sebanyak-banyaknya
Ada temuan lain yang cukup menarik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak aktivitas naik tangga, semakin rendah risiko kematian akibat semua penyebab.
Namun, bukan berarti semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar pula manfaatnya.
Salah satu penelitian terbesar dalam analisis tersebut menemukan bahwa penurunan risiko mencapai titik stabil pada sekitar enam lantai atau setara dengan 60 anak tangga per hari. Setelah itu, tidak ditemukan penurunan risiko tambahan.






