Ketika mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi tersebut dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah dapat meningkat.
Baca Juga: Usai 79 Bangunan Liar Ditertibkan, Kawasan Pasar Cisarua Disiapkan untuk Rekayasa Lalu Lintas
Mengelola stres dapat dilakukan dengan berolahraga, tidur cukup atau melakukan kegiatan yang disukai. Kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga sebaiknya dihindari.
3. Jarang minum air putih
Kebutuhan cairan tubuh juga tidak boleh dilupakan. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan pada volume darah dan sistem peredaran darah.
Dalam kondisi tertentu, jantung perlu bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Bahkan dehidrasi ringan dapat menyebabkan perubahan tekanan darah untuk sementara.
Namun, kebutuhan cairan tidak sama bagi setiap orang. Usia, aktivitas, kondisi kesehatan dan cuaca menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhinya.
4. Sembarangan mengonsumsi obat dan suplemen
Obat yang dijual bebas maupun produk herbal tidak selalu bebas dari efek terhadap tekanan darah.
Beberapa obat, termasuk dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid serta sejumlah obat stimulan, perlu diperhatikan penggunaannya.





